sungai tohor

sungai tohor
kabupaten kepulauan meranti,Riau
Powered By Blogger

BERITA

Selasa, 16 Juni 2015

JALAN-JALAN KE KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

BERENGSEK_TAPI_ASIK.COM



HARRY KURNIAWAN
kali ini Berengseng_Tapi_Asik.com jalan ke kabupaten kepulauan meranti provinsi Riau ..
ini bukan jalan-jalan biasa, teman-teman mau tau kami  ngapain aja ayo ikut terus,dan misi nya,,
sebelum saya melanjutkan cerita ini saya mau kenalin teman-teman saya dulu biar enak berceritanya..
poto yang di atas itu adalah harry kurniawan dia adalah Navigator dan Mapper (Belantara)
sedikit saya bercerita tentang harry kurniawan .. sebagian teman-teman pasti udah tau siapa dia..
biasa kami memanggil nya abong itu pangilan akrabnya,,orang lucu lo.. kalaw teman mau tau selucu apa bisa ketemu langsung.. klaw peniaian aku dia to orang nya sangat keras, keras nya dia pada saat kerja, klaw di luar waktu kerja dia sangat santai, dia pernah latihan gabung dengan SAR dan TNI. Dia penjelajah handal,juga memantau harimau Sumatra dan satwa lainnya..
dan juga di seorang pencinta alam lo, klaw mau tau lebih dalam tentang dia boleh ikuti dia di sosial media lain nya..

Ada satu lagi ni teman ku cewek cantik siapa dia?????
Siapa bilang cewek itu penakut, loh ini bukti nya ada juga cewek yang ikut menjelajah bentang alam.
teman mau tau siapa dia,, monggo ikuti terus,,,
ini dia nhi cewek yang kelahiran pekanbaru dia juga mahasiswa lo di salah satu universitas islam riau.
walaupun dia agak peerangai nya sedikit agak ke cowok an tapi hati nya lembut loh,
bukti nya kami nyaman koq bersama dia, dia juga seorang fotograper loh.. klaw mau lihat hasil-hasil kamera nya ikuti aja dia ya teman-teman soalnya klaw mau aku tulis banyak sekali,,
dan teman harus tau juga koleksi poto nya tak klah potograper lainnya,, dia itu seperti mata_elang.


TYA HARMONY
 Ini dia orang nya..teman-teman masih belom tau siapa dia,,
biasa kami pangil dia TYA...
tia ini sebagai Co.Navigator Dan Mapper (Belantara)

Dan terakhir ini saya, mungkin teman-teman udah tau siapa saya..
baiklah saya kasi tau siapa saya biar teman-teman ngak penasaran..
saya dalam belantara sebagai Co.Navigator Dan Mapper…
kerja saya selain sebagai wakil ketua juga merangkap semua devisi dan sekali kali juga merangkap OB,, hehehee.. saya bisa naik turun…
ini juga sebagai pengalam pertama saya menjelajah, sebelum nya saya melakukan penelitian  tanah gambut bersama UGM (Universitas Gajah Mada) Jogja..
ghi mana teman-teman udah bisa tau kan siapa saya.. kalaw masih penasaran ikuti turus..


RIO SUSANTO
Aduuuhhh…
Sampai lupa dengan meranti, saya mau Tanya dulu ni sama teman-teman kenapa semua poto di atas begronnya laut… ada yang tau. Saya kasi tau ya kenapa biar teman-teman tidak penasaran.. Karna meranti itu kepulauan jadi tranportasi dan pemandagan nya semua laut karna mudah di temui, mayoritas tanahnya rawa gambut..
wiss makin seru bertualang di tanah rawa gambut,, klaw saya melihat gambut di meranti tidak lah sama dengan gambut di pulau lain seperti di Kalimantan,, karna gambut di meranti sudah terbuka (gundul) kenapa gundul ????
otomatis klaw kita masuk hutan  sana kita akan sedikit kehilangan oksigen.. jadi kita harus pandai menyimpan energy kalaw tidak sangup kita istirahat, kalaw di paksa kita bisa dropp..
sebelum kami pergi ke sana banyak persiapan-persiapannya.. mulai dari material sampai ke logistik..

oh ya kalaw teman-teman mau rute mau menuju ke sana ayoo ikuti terus…
Oke teman-teman kita mulai dari pekanbaru ya..dari pekanbaru kita naik travel sampai di buton kab.siak memakai waktu lebih kurang 3 jam, terus  kita naik spedboot (laut) dari buton ke selat panjang memakai waktu 1 jam, setelah sampai di pusat kabupaten kita masih lanjut ke desa sungai tohor mengunakan speedboot lagi menghabiskan waktu sekitar 45 menit, sampai lah kita di desa sagu yaitu desa sungai tohor,


teman-teman tau apa sih isi dalam sungai tohor apa aja yang ada di sana,,
saya akan menjelaskan sedikit tentang sungai tohor..


PELABUHAN DESA SUNGAI TOHOR
SUNGAI TOHOR
Desa ini begitu terlihat sangat indah ketika sang terik matahari muncul pada pagi hari. Suara Kabut/embun putih
disetiap paginya menghalangi mata memandang, namun terasa sangat menyejukan. Kabut putih itu seolah menyelimuti Desa ini. banyaknya pepohonan yang masih rindang seolah-olah siap siaga menjaga Desa ini berdiri dengan begitu kokohnya. Tak heran, jika memasuki musim liburan banyak masyarakat Desa sungai tohor tinggal di luar kota pulang ke kampung untuk bertemu sanak saudara. Atau di sebut masyrakat sungai tohor balek kampung besamo.
Lihatlah,sepanjang jalan memasuki Desa sungai tohor terlihat rumah tersusun rapi, jalan yang bersih. Dan di setiap rumah memiliki pondok-pondok kecil di mana tempat ini sebagai berkumpul keluarga dan bisa di jadikan tempat santai, kebanyakan di jadikan tempat merokok bagi yang merokok, kalau merokok di dalam rumah bahaya bagi anak kecil dan keluarga yang tidak merokok.
sepanjang jalan ini pun akan terlihat begitu banyak pesawahan dan kebun yang masih terjaga keasriannya yang paling utama adalah kebun pohon sagu/rumbia, sejarah singkat tentang sagu, sagu di desa sungai tohor di budidaya kan sekita tahun 1940, dan sempat sagu mayrakat tohor di kuasai tengkulak (cina) dari tahun 1970 sampai 1995, dan akhirnya dapat lepas dari tengkulak sekitar tahun 1980 dan di kelola masyrakat sampai saat ini. Dan ada beberapa gang di sini, tidak terlalu sempit tidak juga terlalu lebar. Juga terdapat beberapa masjid yang sepanjang jalan mudah kita temui, masjidnya terlihat megah dan sangat bersih, setiap adzan berkumandang semua masjid terisi penuh. Para bapak, para ibu, kaum remaja, juga anak-anak ramai memasuki masjid alat shlat dengan rapi melakukan shalat berjamaah.
Ada juga beberapa kelompok ibu-ibu pkk membuat makan-makanan dari sagu yang terdiri dari beberapa kelompok, adapun jenis makan yang di buat kelompok itu mie sagu,kerupuk sagu,sagu lemak,sagu rendang dan banyak lagi makanan yang terbuat dari sagu sehingga menjadi ciri khas Desa sungai tohor, dan siapa pun yang berkunjung ke Desa ini bisa membeli beberapa makanan untuk oleh-oleh. dan setiap paginya akan terlihat segerombolan ibuk-ibuk berjalan memenuhi jalan pergi ke tempat kerja buat makanan dari sagu itu dengan pakaian yang sederhana, dan sedikit polesan make up di wajahnya. Begitu pun ketika senja mulai tiba, ibu-ibu yang tadi berangkat ke tempat membuat makanan dari sagu itu pun akhirnya mereka bisa pulang dengan lelahnya, kini ada yang berbeda polesan make up di wajahnya hampir tidak ada, mungkin keringat yang membuat polesan make up itu memudar.
POHON SAGU MASYRAKAT

Pepohonan rumbia/sagu yang begitu banyak berdiri dengan kokohnya, sehingga ujung-ujung daunnya saling bersentuhan, melambang kan desa ini damai dan tentram. Daun rumbia aja berjabat satu sama lain apa lagi masyrakat nya yang ramah , budi bahase yang bagus, sopan santun .dan itu akan selalu kita temui ketika memasuki Desa sunagi tohor ini. Terlihat pula sawah-sawah milik para petani yang ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat indah menggoyangkan ke kanan dan ke kiri mengikuti hembusan angin, dan pesawahan pula akan banyak kita temui di sini. Di Desa ini pun tanahnya begitu subur dengan tanah gambut yang dalam, tak heran terpampang kebun yang sangat luas ditanami dengan macam sayur-sayuran yang sekaligus menjadi Mata pencaharian masyarakat Desa sungai tohor.
Desa sungai tohor ini begitu masih terasa asri, udara yang sejuk membuat siapa pun nyaman berlama-lama tinggal di sini. Sehingga masyarakat di Desa ini pun sangat mencintai tempat kelahirannya ini. Sebagian besar masyarakat Desa sungai tohor adalah masyarakat yang religious, mereka begitu taat pada aturan Agama, setiap ada pengajian mereka berbondong-bondong pergi memadati Masjid dengan penuh suka cita mengharapkan rida Allah swt. Masyarakat Desa sunagi tohor pun mayoritas semuanya memakai jilbab. Pemuda-pemudi di Desa ini pun begitu aktif, mereka selalu mengadakan kegiatan dalam memperingati hari raya Islam, hari Ibu, hari Kemerdekaan, dan masih banyak lagi kegiatan yang mereka lakukan, masyarakatnya pun selalu antusias ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut berlomba-lomba menjadi yang terbaik.
Mata pencaharian masyarakat Desa sungai tohor  sebagian besar mereka berprofesi sebagai petani sagu / rumbia, ketika matahari mulai meninggi beranjak dari tempat peistirahatannya para petani mulai beraktifitas di kebunnya. Kepala dengan topi yang pudar, cangkul  di pundak, memakai sepatu bot setinggi lutut, memakai pakaian yang seperti seminggu tidak dicuci terlihat kotor, dan mereka membawa bekal berupa nasi dibalut dengan daun pisang yang dibakar terlebih dahulu lengkap dengan teh, ikan asin, dan sambal yang mereka racik sendiri dari rumah untuk mengisi perut laparnya pada siang nanti ketika mereka mulai lelah. Menyantapnya dengan penuh rasa syukur sambil menikmati keindahan alam di sekitarnya  dan kebun Desa sungai tohor. Ada juga yang berprofesi sebagai peternak di sini, mereka memiliki beberapa ayam ternak, kambing, dan juga sapi. Mereka selalu merawatnya dengan baik, memberikan makan untuk ayam ternaknya pada setiap pagi, ayam-ayam yang selalu melengking menyanyikan suara khasnya membangunkan masyarakat
Sore hari peternak mencari ternaknya kesana kemari seperti sedang bermain petak umpet. Para peternak kambing dan sapi pun sama halnya seperti peternak ayam, mereka menjaga dan merawat hewan ternaknya, pergi berangkat setiap pagi mencari rumput untuk diberikan makan kepada hewan ternaknya.
Selain menjadi petani dan peternak, sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa sunagi tohor adalah menjadi seorang pedagang, ada yang berdagang di desa ini yang dominannya mereka berdagang bahan makanan yang di perlukan setiap hari (semabako) dan ada juga yang berjualan di pingir jalan seperti berjualan lontong  sayur,mie sagu dan beberapa jenis kue . Mereka berjualan dengan penuh suka cita bertekad untuk membahagiakan keluarganya, bejualan  hanya dengan memakai baju sederhana, , meski hati terasa pilu melihat keadaan nya namun lukisan senyuman yang sangat meneduhkan tetap terpancar dari wajahnya.
. Banyak pula para pegawai PNS di Desa sungai tohor , mereka ada yang berprofesi sebagi guru, dokter, camat,aparatur desa dan masih banyak lagi. Mereka sukses dengan membawa nama baik Desa tempat kelahirannya, sehingga Desa sungai tohor  adalah Desa yang mampu mengolah dan mencetuskan para generasi yang berbakat dan sukses dibidangnya.
Hubungan lalu lintas di Desa sungai tohor  cukup aman dan strategis, tidak banyak terjadi kecelakaan di sini. Selain jalannya yang selalu diperbaiki setiap tahun, , sehingga kendaraan yang melewati jalan Desa sungai tohor  mereka tidak membawa kendarannya dengan kecepatan tinggi dan selalu berhati-hati. Setiap sorenya selepas pulang mengaji banyak anak-anak remaja berpakaian rapih dan tertutup dengan kerudung dan jilbabnya yang berjalan-jalan mengendari motor berlalulalang di jalan dengan wajah gembira ketawa-ketiwi bersama teman-temannya, entah membicarakan apa namun hal itu cukup menyenangkan, bukan hanya bagi mereka, tapi juga bagi yang melihatnya…..

Ghi mana teman-teman udah tau kan tentang sungai tohor…
oh ya sampai lupa tujuan kami ke sungai tohor.. misi kami adalah membantu masyarakat tebing tinggi timur melakukan pemetaan pemetaan partisifatif..

Ada pun desa yang kami bantu melakukan pemetaan partisifatif pertama desa tanjung sari,sendanu darul ihsan dan lukun,.. seru-seru teman saya secara pribadi sangat senang bisa membantu masyrakat,di  setiap desa berbeda pendapatnya menyelesaikan konflik tapi tetap satu tujuan yaitu menetukan tapal batas antar desa.semua berjalan dengan lancar.  lain waktu saya akan menceritakan pertualangan kami setiap desa..
MASYRAKAT MELAKUKAN PEMETAAN FARTISIPATIF



 
POTO BERSAMA MASYRAKAT TANJUNG SARI



Ghi mana teman-teman udah tau kan tentang sungai tohor…
oh ya sampai lupa tujuan kami ke sungai tohor.. misi kami adalah membantu masyarakat tebing tinggi timur melakukan pemetaan pemetaan partisifatif..
Yang baca ini udah tau belom apa itu pemetaan partisifatif, baik lah saya akan menjelaskan tentang pemetaan partisifatif dari ahlinya                                                                                                        

Pemetaan partisipatif adalah salah satu alat yang efektif dalam pengorganisasian masyarakat. Pemetaan partisipatif bukan hanya membantu masyarakat untuk menegaskan tuntutan atas tanah ulayat, tetapi juga lewat proses pemetaan partisipasi masyarakat bisa menemukan persatuan dan menyelesaikan konflik. Pemetaan juga bisa menjadi alat untuk advokasi baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional serta menjadi suatu kesempatan untuk para fasilitator atau pengorganisir memberdayakan masyarakat lewat kegiatan-kegiatan yang lain(rumah iklim.com)




























































Kamis, 11 Desember 2014

Cerita Dibalik Kelestarian Desa Sungai Tohor


CERITA DI BALIK KELASTARIAN DESA SUNGAI TOHOR

Kebun Sagu Masyrakat Desa Sungai Tohor Terbakar


Sungai tohor adalah ibu kota dari kecamatan tebingtinggi timur kabupaten kepulauan meranti riau, adapun ibu kota dari kabupaten ini adalah selatpanjang. Selat panjang merupakan kota yang menjadi transit transfortasi laut dari pekan baru menuju pulau batam atau tanjung balai karimun dan sebaliknya.

Kecamatan tebing tinggi timur kepulauan meranti provinsi riau merupakan pusat penghasil sagu pada era1950 an, Pohon rumbia yang berumpun dengan akar rimpang yang panjang dan bercabang-cabang ini tumbuh subur di kecamatan tebing tinggi timur. Dimana kecamatan ini sebagian wilayahnya adalah rawa air tawar gambut. Tentu saja, jumlah tanaman sagu atau rumbia yang melimpah tersedia dari ekosistem hutan gambut primer.
Saat ini kondisi ekosistem pulau ini terus mengalami penurunan kualitas dan kuantitas keberadaan tanaman rumbia terancam saat pemerintah daerah membagun kanal sepanjang 4 km , lebar 2 meter dengan kedalamn 3 meter pada tahun 2006, dalam rangka mempercepat pembagunan infrastruktur jalan desa . pembagunan tali air atau kanalisasi di butuh kan agar jalan desa yang dibangun diatas lahan bergambut memiliki pondasi yang kokoh. Sayangnya, pembagunan kanal tidak di lengkapi degan pembagunan dam atau overflow (istilah petani. Red) sehingga air laut asin masuk dan merusak tananman rumbia.
Wak nung,abdul manan, nawi,supian,mas nur lebih dari 50 orang pemilik tanaman rumbia mengeluhkan rusaknya rumbia akibat masuknya air asin. Pada tahun 2000 kondisi tanaman masih bagus, memburuk saat pemda membagun kanal pertama tahun 2006, dan berikutnya banyak tanaman rumbia yang mati saat perusahaan membuat kanal. Batang tanaman memendek pertumbuhannya, dalam satu rumpun tidak lagi tumbuh tunas, disusul mati karna kekerigan. Diperkirakan jumlah tanaman rumbia yang menderita dan mati

Selasa, 09 Desember 2014

CAMAT DAN MASYRAKAT SUNGAI TOHOR MENGINPIRASI BUPATI MENGADAKAN PESTIVAL SAGU NASIONAL





Camat 3T Menggolek Tual Perdana Pada FESTIVAL SAGU Kec.Tebing Tinggi Timur Kab.Kep Meranti - Riau, 18 Januari 2014.


Pemkab Meranti Segera Gelar Festival Sagu Nasional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan meranti akan menggelar festival sagu nasional pada Maret nanti.

‘’Ini kesempatan kita untuk memperkenalkan tanaman sagu, khususnya sagu Meranti sehingga bisa lebih mendunia. Apalagi kita sebagai pelopor kegiatan ini,’’ kata Bupati Drs Irwan Nasir MSi, Ahad (26/1).

Menurutnya iven nasional itu nantinya akan dilaksanakan di Jakarta. Kenapa di Jakarta, Irwan menilai dengan penyelanggaran di ibukota negara, maka akan semakin banyak peluang yang akan didapat Meranti nantinya.

‘’Termasuk akan menaikkan nilai jual sagu yang ada di Meranti. Jika dari Papua dan Kabupaten Sergei Sumut sudah belajar ke Meranti, maka nantinya bisa saja dari luar negeri juga akan datang untuk melihat keunggulan sagu Meranti dari sagu lainnya yang ada di belahan dunia ini. Untuk itulah kita menggagas iven ini untuk terus mempromosikan sagu dan daerah kita untuk kemajuan daerah sendiri,’’ jelasnya.

Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu menuturkan sagu sebagai komoditas utama dari perkebunan Kepulauan Meranti dipastikan terus berkembang dan diharapkan menjadi yang terbaik di dunia nantinya.

Melalui festival sagu nasional itu sendiri nantinya akan diperkenalkan sejumlah makanan turunan yang sangat variatif kepada Indonesia.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti, Ir Mamun Murod MM MH, menambahkan dalam pelaksanaan festival sagu nasional tersebut juga sudah mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan Dirjen Perkebunan dalam upaya menyukseskan kegiatan tersebut.

‘’Nantinya kita akan mengundang sejumlah daerah lain yang juga memiliki potensi sagu. Dalam festival sagu itu menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkenalkan seluruh produk yang dihasilkan dari tanaman sagu. Bukan hanya tepung sagu saja, tapi juga bagian lain dari batang sagu yang sudah diolah dan menjadi nilai ekonomis juga akan ditampilkan untuk membuka mata Indonesia, sagu Meranti layak menjadi yang terbaik saat ini,’’ terangnya.





Kamis, 04 Desember 2014

kisah anak kerja keras ingin melanjutkan pendidikan

kisah anak yang kerja keras demi melanjutkan pendidikan 


                                      afrizal alias piyi lagi mengupas tual sagu

Sungai tohor- panas teriknya matahari di siang hari seorang anak menyusuri jalan sentosa yang penuh keramaian sambil memikul kapak yang ukurannya 20 kali lipat dari badannya.keringat yang membasahi baju kaosnya yang tampak kusam.seakan-akan memberi isyarat betapa banyak energi yang telah di keluarkan mengupas tual sagu/rumbia. Seorang bocah buruh sagu,namun kehidupan yang memaksanya untuk menjalani rutinitas sebagai pengupas tual sagu karna memang tiada pilihan untuk berpaling. Afrizal (12) yang akrab di pangil piyi anak pertama dari tiga bersaudara.merupakan satu dari ribuan anak-anak di desa sungai tohor yang harus berjuang bekerja keras dan membanting kan tulang untuk membantu kedua orang tuanya bekerja sebagai pengupas tual sagu,bukan pilihan yang menggenakan.namun perjalanan hidup keluarganya membuat pelajar kelas 5 sd 20 sungai tohor ini harus mengambil pilihan ini. Kurang mampu keluarganya menyekolahkan piyi menyebabkan dia nekat untuk berkerja keras agar mencapai cita-citanya. Meskipun kekuatan dan usianya tak sebanding dengan beban rutinitas yang dijalaninya. '' Saye harus bantu kedua orang tua bekerja untuk membeli peralatan sekolah seperti buku dan pensil. Sedang kan bapak saye buruh sagu juge gajinye pas makan sehari-hari kalaw saye tak bekeje maka depan saye suram tanpa ilmu tutur piyi mengawali ceritanya. Piyi merupakan salah satu anak melayu ingin bekerja sebagai pengupas tual sagu demi meraih mimpinya bisa melanjut kan sekolah layaknya anak-anak lain. Meskipun berjuang dengan agak malu karna bau badanya(rendah diri red) dan memeras tenaga untuk membantu orang tua. Semagat piyi tak pernah luntur walau pun selalu di ledekkan teman sebayanya. Berjalan kaki menyusuri jalan sentosa untuk menuju kilang sagu sudah menjadi rutinitasnya setiap hari pas pulang sekolah. Piyi berjuang keras mengupas tual sagu demi lembaran rupiah. Piyi di upah Rp 1000 rupiah / tual sagu pas pulang sekolah dia bisa mendapatkan 10-15 tual.Kalau hari libur bisa mendapatkan 15-20 tual dengan upah 1000 ruiah. Piyi tak harus kehilagan masa indah anak-anaknya meskipun libur. Tak pernah bermain bersama layaknya anak-anak lain di desa sungai tohor.hari libur dia menghabiskan waktu di kilang sagu untuk mengupas tual sagu.walaw pun tidak ada sagu mau di kupaskan dia menghabiskan waktu di rumah membantu ibunya bersih-bersih halaman rumah. Kemiskinan membuat piyi berjuang keras untuk bisa melanjutkan sekolah. Bukan dia tak mau bermain, tapi jerat kemiskinan membuatnya harus mengguburkan keiginan untuk bermain layaknya anak-anak lain. Keadaan yang memaksa untuk menghabis kan waktu luangnya memegang kapak untuk mengupas tual.menyusuri jalan penuh keramaian dengan jalan berlubang-lubang seakan memberi harapan untuk menuju sukses. Setiap ajakan teman-temannya utuk bermain selalu dijawabnya dengan sebuah jawaban yang tegas dan pasti " saya mau pergi ke bansal sagu untuk mengopek tual sagu" kata piyi sambil berlalu memikul kapak dengan ukuran besar. Dan kemudian pergi ke kilang sagu milik pak abdul manan masyrakat desa sungai tohor. Menjadi saksi bisu satiap ayunan kapak mengenai kulit tual sagu hinga magrib menyapanya (rio susanto)